Sunday, July 22, 2012

Pengertian Dan Manfaat Asam Basa

Google Facebook Twitter Youtube Baidu Wikipedia Blogger Windows Live Linkedin Zams Site
Pengertian Dan Manfaat Asam Basa - Asam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.

Pada tahun 1884, Svante Arrhenius (1859-1897) seorang ilmuwan Swedia yang memenangkan hadiah nobel atas karyanya di bidang ionisasi, memperkenalkan pemikiran tentang senyawa yang terpisah atau terurai menjadi bagian ion-ion dalam larutan. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua (air) tergantung pada konsentrai ion-ion hidrogen di dalamnya.
Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang dalam air melepakan ion H+, sedangkan basa adalah zat yang dalam air melepaskan ion OH–. Jadi pembawa sifat asam adalah ion H+, sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH–. Asam Arrhenius dirumuskan sebagai HxZ, yang dalam air mengalami ionisasi sebagai berikut.
HxZ ⎯⎯→ x H+ + Zx–
Jumlah ion H+ yang dapat dihasilkan oleh 1 molekul asam disebut valensi asam, sedangkan ion negatif yang terbentuk dari asam setelah melepaskan ion H+ disebut ion sisa asam. Beberapa contoh asam dapat dilihat pada tabel 5.1.
Basa Arrhenius adalah hidroksida logam, M(OH)x, yang dalam air terurai sebagai berikut.
M(OH)x ⎯⎯→ Mx+ + x OH–
Jumlah ion OH– yang dapat dilepaskan oleh satu molekul basa disebut valensi basa. Beberapa contoh basa diberikan pada tabel 5.2.

Asam sulfat dan magnesium hidroksida dalam air mengion sebagai berikut.
H2SO4 ⎯⎯→ 2 H+ + SO42–
Mg(OH)2 ⎯⎯→ Mg+ + 2 OH–
  • Persamaan ionisasi air dapat ditulis sebagai:
H2O(l) ←⎯⎯⎯⎯→ H+(aq) + OH–(aq)
  • Harga tetapan air adalah:

  • Konsentrasi H2O yang terionisasi menjadi H+ dan OH– sangat kecil dibandingkan dengan konsentrasi H2O mula-mula, sehingga konsentrasi H2O dapat dianggap tetap, maka harga K[H2O] juga tetap, yang disebut tetapan kesetimbangan air atau ditulis Kw.
  • Jadi,

  • Pada suhu 25 °C, Kw yang didapat dari percobaan adalah 1,0 × 10–14.
  • Harga Kw ini tergantung pada suhu, tetapi untuk percobaan yang suhunya tidak terlalu menyimpang jauh dari 25 °C, harga Kw itu dapat dianggap tetap.
  • Harga Kw pada berbagai suhu dapat dilihat pada tabel berikut.



Kekuatan asam dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion H+ yang dihasilkan
oleh senyawa asam dalam larutannya. Berdasarkan banyak sedikitnya ion H+
yang dihasilkan, larutan asam dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
1. Asam Kuat
Asam kuat yaitu senyawa asam yang dalam larutannya terion seluruhnya
menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi asam kuat merupakan reaksi
berkesudahan. Secara umum, ionisasi asam kuat dirumuskan sebagai berikut.
HA(aq) ⎯⎯→ H+(aq) + A–(aq)

2. Asam Lemah
Asam lemah yaitu senyawa asam yang dalam larutannya hanya sedikit
terionisasi menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi asam lemah merupakan reaksi
kesetimbangan.
Secara umum, ionisasi asam lemah valensi satu dapat dirumuskan
sebagai berikut.
HA(aq) ←⎯⎯⎯⎯→ H+(aq) + A–(aq)
Makin kuat asam maka reaksi kesetimbangan asam makin condong ke
kanan, akibatnya Ka bertambah besar. Oleh karena itu, harga Ka merupakan
ukuran kekuatan asam, makin besar Ka makin kuat asam.
Berdasarkan persamaan di atas, karena pada asam lemah [H+] = [A–],
maka persamaan di atas dapat diubah menjadi:



  • Kekuatan basa dipengaruhi oleh banyaknya ion – ion OH– yang dihasilkan oleh senyawa basa dalam larutannya.
  • Berdasarkan banyak sedikitnya ion OH yang dihasilkan, larutan basa juga dibedakan menjadi dua macam sebagai berikut.
1. Basa Kuat
  • Basa kuat yaitu senyawa basa yang dalam larutannya terion seluruhnya menjadi ion-ionnya. Reaksi ionisasi basa kuat merupakan reaksi berkesudahan.
  • Secara umum, ionisasi basa kuat dirumuskan sebagai berikut.
M(OH)x(aq) ⎯⎯→ Mx+(aq) + x OH–(aq)

dengan: x = valensi basa
M = konsentrasi basa
2. Basa Lemah
  • Basa lemah yaitu senyawa basa yang dalam larutannya hanya sedikit terionisasi menjadi ion-ionnya.
  • Reaksi ionisasi basa lemah juga merupakan reaksi kesetimbangan.
  • Secara umum, ionisasi basa lemah valensi satu dapat dirumuskan sebagai berikut.
M(OH)(aq) ←⎯⎯⎯⎯→ M+(aq) + OH–(aq)



  • Makin kuat basa maka reaksi kesetimbangan basa makin condong ke kanan, akibatnya Kb bertambah besar.
  • Oleh karena itu, harga Kb merupakan ukuran kekuatan basa, makin besar Kb makin kuat basa.
  • Berdasarkan persamaan di atas, karena pada basa lemah [M+] = [OH–], maka persamaan di atas dapat diubah menjadi:







  • Untuk menyatakan tingkat atau derajat keasaman suatu larutan, pada tahun 1910, seorang ahli dari Denmark, Soren Lautiz Sorensen memperkenalkan suatu bilangan yang sederhana.
  • Bilangan ini diperoleh dari hasil logaritma konsentrasi H+.
  • Bilangan ini kita kenal dengan skala pH. Harga pH berkisar antara 1 – 14 dan ditulis:

  • Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa:
a. Larutan bersifat netral jika [H+] = [OH–] atau pH = pOH = 7.
b. Larutan bersifat asam jika [H+] > [OH–] atau pH < 7.
c. Larutan bersifat basa jika [H+] < [OH–] atau pH > 7.
  • Karena pH dan konsentrasi ion H+ dihubungkan dengan tanda negatif, maka makin besar konsentrasi ion H+ makin kecil pH, dan karena bilangan dasar logaritma adalah 10, maka larutan yang nilai pH-nya berbeda sebesar n mempunyai perbedaan ion H+ sebesar 10n.
  • Perhatikan contoh di bawah ini.
  • Jika konsentrasi ion H+ = 0,01 M, maka pH = – log 0,01 = 2
  • Jika konsentrasi ion H+ = 0,001 M (10 kali lebih kecil) maka pH = – log 0,001 = 3 (naik 1 satuan)
  • Jadi dapat disimpulkan:
• Makin besar konsentrasi ion H+ makin kecil pH
• Larutan dengan pH = 1 adalah 10 kali lebih asam daripada larutan dengan pH = 2.

  • Untuk menentukan pH suatu larutan dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain sebagai berikut.
1. Menggunakan Beberapa Indikator
  • Indikator adalah asam organik lemah atau basa organik lemah yang dapat berubah warna pada rentang harga pH tertentu (James E. Brady, 1990).
  • Harga pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menggunakan trayek pH indikator.
  • Indikator memiliki trayek perubahan warna yang berbeda-beda.
  • Dengan demikian dari uji larutan dengan beberapa indikator akan diperoleh daerah irisan pH larutan.
  • Contoh, suatu larutan dengan brom timol biru (6,0– 7,6) berwarna biru dan dengan fenolftalein (8,3–10,0) tidak berwarna, maka pH larutan itu adalah 7,6–8,3.
  • Hal ini disebabkan jika brom timol biru berwarna biru, berarti pH larutan lebih besar dari 7,6 dan jika dengan fenolftalein tidak berwarna, berarti pH larutan kurang dari 8,3.


Konsep Asam-Basa Bronsted dan Lowry

  • Menurut Bronsted dan Lowry, asam adalah spesi yang memberi proton, sedangkan basa adalah spesi yang menerima proton pada suatu reaksi pemindahan proton.
 
  •  Perhatikan contoh berikut.
NH4 + (aq)  +  H2O(l)  ⎯→  NH3(aq) + H3O+(aq)
asam                basa
H2O(l)  + NH3(aq) ⎯⎯→  NH4+(aq)  +  OH(aq)
asam          basa
  •  Pada contoh di atas terlihat bahwa air dapat bersifat sebagai asam (donor proton) dan sebagai basa (akseptor proton).
  • Zat seperti itu bersifat amfiprotik (amfoter).
  • Konsep asam-basa dari Bronsted-Lowry ini lebih luas daripada konsep asam-basa Arrhenius karena hal-hal berikut :
  1. Konsep asam-basa Bronsted-Lowry tidak terbatas dalam pelarut air, tetapi juga menjelaskan reaksi asam-basa dalam pelarut lain atau bahkan reaksi tanpa pelarut.
  2. Asam-basa Bronsted-Lowry tidak hanya berupa molekul, tetapi juga dapat berupa kation atau anion. Konsep asam-basa ronsted-Lowry dapat menjelaskan sifat asam dari NH4Cl. Dalam NH4Cl, yang bersifat asam adalah ion NH4+ karena dalam air dapat melepas proton.
Asam dan Basa Konjugasi
  • Suatu asam setelah melepas satu proton akan membentuk spesi yang disebut basa konjugasi dari asam tersebut.
  • Sedangkan basa yang telah menerima proton menjadi asam konjugasi.
  • Perhatikan tabel berikut.

  • Pasangan asam-basa setelah terjadi serah-terima proton dinamakan asam-basa konjugasi.


Konsep Asam-Basa LEWIS
  • Teori asam basa Lewis
Asam menurut Lewis adalah zat yang dapat menerima pasangan electron (akseptor pasangan electron)
Basa menurut Lewis adalah zat yang dapat memberikan pasangan electron (donor pasangan electron).

Lewis mengamati bahwa molekul BF3 juga dapat berperilaku seperti halnya asam (H+) sewaktu bereaksi dengan NH3. Molekul BF3 dapat menerima sepasang elektron dari molekul NH3 untuk membentuk ikatan kovalen antara B dan H.
Teori asam basa Lewis lebih luas dibandingkan Arhenius dan Bronsted Lowry , karena :
  • Teori Lewis dapat menjelaskan reaksi asam basa yang berlangsung dalam pelarut air, pelarut bukan air, dan tanpa pelarut sama sekali.
  • Teori Lewis dapat menjelaskan reaksi asam basa yang tidak melibatkan transfer proton (H+), seperti reaksi antara BF3 dan NH3.

Contoh :
Tunjukkan bagaimana reaksi asam basa antara larutan HCl dan NaOH menurut teori Arhenius dapat dijelaskan dengan menggunakan teori Lewis

Reaksi antara larutan HCl dan NaOH ;
HCl(aq) + NaOH(aq)  ↔ NaCl(aq) + H2O(l)
Untuk menjelaskan reaksi ini menggunakan teori Lewis, nyatakan reaksi sebagai reaksi ion:
HCl ↔ H+ + Cl-                      NaOH ↔ Na+ + OH-
NaCl ↔ Na+  + Cl-                  H2O
Reaksi ion bersihnya adalah :
H+ + OH-↔ H2O(l)
Ikatan kovalen koordinasi antara H dan O yang terbentuk akibat transfer sepasang elektron dari OH- ke H+
Sumber


Manfaat Asam Basa
Asam adalah suatu zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hidrogen (H+). Jadi, pembawa sifat asam adalah ion H(ion hidrogen), sehingga rumus kimia asam selalu mengandung atom hidrogen (HA, A adalah atom atau senyawa lain.. misal Cl (klorida) menjadi HCl = Asam Klorida).
Ion hidrogen mempunyai muatan positif (makanya dikasih tanda plus (+) disebelah atas belakang H). Secara umum, Asam memiliki sifat sebagai berikut:
  • Rasa masam jika dilarutkan dalam air (hanya untuk asam lemah)
  • Sentuhan : terasa menyengat bila disentuh dan dapat merusak kulit (terutama jika asam pekat)
  • Bersifat korosif terhadap logam. Dapat menyebabkan karat, dapat pula merusak jaringan kulit/iritasi dan melubangi benda yang terbuat dari kain, kayu atau kertas jika konsentrasinya tinggi (pengalaman pribadi, kalian mau coba? Dio kayanya semangat nih)
  • Hantaran listrik : merupakan cairan elektrolit walaupun tidak selalu ionik (dapat menghantarkan listrik walau tidak selalu berbentuk ion)
  • Derajat keasaman (pH) lebih kecil dari 7
  • Mengubah warna lakmus menjadi berwarna merah
Berdasarkan asalnya, Asam dibedakan menjadi dua kelompok. Yaitu asam organik dan asam mineral.
Asam organik merupakan senyawa asam karbon yang dihasilkan tumbuhan dan hewan secara alami. Kebanyakan asam ini merupakan asam lemah yang tidak berbahaya dan banyak memberi aroma pada buah dan makanan.
Contoh asam organik antara lain minyak dan lemak yang bersenyawa dengan gliserol, asam metanoat (HCO2H) atau asam formiat dalam lebah penyengat dan beberapa semut yang berfungsi untuk membela diri.
Sedangkan asam mineral atau disebut juga asam anorganik adalah asam yang dibuat dari mineral dan nonlogam. Asam inilah yang digunakan untuk membuat plastik, serat, pupuk, pewarna, dan bahan kimia lain.
Asam mineral dalam keadaan pekat biasanya korosif, dapat melukai kulit, dan dapat melarutkan logam dengan cepat, bahkan kaca. Misalnya asam fluorida (HF) dapat melarutkan kaca. Namun, ada juga asam anorganik yang tidak berbahaya, misalnya asam borat (H3BO3) yang merupakan bahan baku utama pembuatan salep mata.
Asam juga dapat dibedakan berdasarkan kekuatannya. Makin kecil nilai pH-nya, maka semakin kuat asam tersebut. Aku ralat penjelasan di kelas yaa.. Asam lemah memiliki pH sekitar 5 – 3, sedangkan asam kuat memiliki pH dari 2 hingga 0.

BASA

Basa adalah suatu zat yang jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan ion hidroksida (OH-). Jadi, pembawa sifat basa adalah ion OH(ion hidroksida), sehingga rumus kimia basa selalu mengandung senyawa OH (X-OH, X adalah atom atau senyawa lain.. misal Na (Natrium) menjadi NaOH = Natrium Hidroksida).
Ion hidroksida mempunyai muatan negatif (makanya dikasih tanda minus (-) disebelah atas belakang OH). Basa adalah lawan dari asam. Secara umum, Basa memiliki sifat sebagai berikut:
  • Rasa pahit jika dilarutkan dalam air (hanya untuk basa lemah)
  • Sentuhan : terasa licin seperti sabun bila disentuh (hanya untuk basa lemah)
  • Bersifat kaustik (dapat merusak jaringan kulit/iritasi)
  • Hantaran listrik : dapat menghantarkan listrik (merupakan larutan elektrolit)
  • Derajat keasaman (pH) lebih besar dari 7
  • Mengubah warna lakmus menjadi berwarna biru
  • Dalam keadaan murni umumnya berupa kristal padat
  • dapat mengemulsi minyak
berdasarkan kekuatannya, basa dibedakan menjadi basa lemah dan basa kuat. Makin kecil besar nilai pH-nya, maka semakin kuat basa tersebut. Aku ralat juga yang ini.. Basa lemah memiliki pH sekitar 9 – 11, sedangkan basa kuat memiliki pH dari 12 hingga 14.
Sampai sini sudah bisa membedakan asam dan basa kan?
~~~
Nah, berikutnya aku mau cerita tentang Asam-Basa dalam kehidupan sehari-hari.. Asam dulu yaa..

Asam dalam Kehidupan Sehari-hari

Asam dalam Makanan Waaaah,, yang ini pasti banyak bangeeeeeet.. Kamu sebutin semua makanan yang rasanya asem deh itu udah pasti jenis asam. Mulai dari nanas, belimbing, mangga, jeruk, anggur, kedondong *duh, jadi ngiler* itu semua contoh asam.
Di dalam buah-buahan banyak mengandung asam sitrat dan asam askorbat, yang kita biasanya sebut itu Vitamin C. Asam sitrat juga ada di Pocari Sweat, makanya waktu kita cek pH.. Pocari Sweat juga asam (pH 4)
Nah, kalo asam cuka dan saus tomat yang biasa buat kamu tambahin pas makan bakso atau mie kocok atau pempek, ini adalah asam asetat.
Kalian pasti suka minuman soda kayak Coca-cola atau Pepsi atau Sprite. Dalam minuman berkarbonasi juga terdapat asam lemah yang dibuat dengan cara melarutkan Karbon Dioksida (CO2) dengan air (H2O) sehingga dihasilkan asam karbonat (H2CO3).
Tau kah kamu, gelembung-gelembung yang dihasilkan soda itu adalah gas CO2 yang ‘terurai’ dari asam karbonatnya.

Asam dalam Tubuh
hayo tebak! dimanakah keberadaan asam dalam tubuh kita? Kalo yang bilang ada di lambung, jawaban kamu betul! Yay.. asam lambung adalah HCl (asam klorida) yang sama dengan yang kamu pake buat praktikum kemarin. pH-nya 1-2.. asam kuat! kenapa sih tubuh kita perlu ada asam lambung yang pH-nya kuat?
Inget kan gimana HCl bisa larutin lempeng logam Aluminium sampe habis? Kan serem ya kalo ntar lambung kita jadi bolong..
Normalnya, asam lambung berfungsi untuk membunuh bakteri yang masuk barengan makanan yang kalian makan. Allah itu Mahabaik, tau banget kalo kita ini sering makan sembarangan. Lupa cuci tangan lah.. makan dipinggir jalan banyak debu lah.. apa lah.. pasti banyak bakteri yang masuk ke perut lewat makanan-makanan itu. Nah.. asam lambung (HCl) ini yang akan menetralisir semuanya.. membunuh bakteri yang masuk! Apalagi kalo ketelen seng *amit-amit*.. tapi tenang… asam lambung akan menetralkannya :D
Asam lambung juga bisa menciptakan kondisi yang sesuai buat pencernaan protein. Jadi dalam proses pencernaan protein, enzim yang ngerjain prosesnya ini cuma mau kalo kondisi asam di dalem lambungnya udah pas, baru dia mau kerja mencerna protein.. hmmmm
Ayo kamu cari lagi asam dalam tubuh kita ada dimana lagi??

Hujan Asam
Air hujan biasanya bersifat asam dengan pH sekitar 6. Hal ini dikarenakan air hujan bercampur dengan karbon dioksida di udara menghasilkan asam karbonat.
Nah, kalo pH air hujan kurang dari 5,6.. fenomena ini disebut hujan asam.
Hujan asam terjadi karena udara tercemar oleh zat-zat (oksida) yang bersifat asam, terutama oksida belerang (SO2 dan SO3) dan oksida nitrogen (NO2).
Oksida belerang adalah hasil pembakaran bahan bakar fosil terutama batu bara, dan industri pengolahan logam.
sedangkan Oksida nitrogen berasal dari asap kendaraan bermotor dan asap industri.
Hujan asam menimbulkan kerugian karena dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, mengurangi kesuburan tanah, merusak bangunan terutama yang terbuat dari logam dan batuan karbonat (pualam), membunuh makhluk hidup di air, dan merusak hutan karena pH tanah yang terlalu asam dapat mengakibatkan tumbuhan mati. pH tanah berkisar antara 4 hingga 8, tetapi kebanyakan antara 6,5 hingga 7,5. Di tanah kapur biasanya lebih bersifat basa, sedangkan di tanah berpasir atau gambut (rawa) dan tanah liat biasanya lebih bersifat asam. Tanah yang subur biasanya ada pada rentang 6,5 hingga 7,5.

Asam di Laboratorium
sangat banyak jenis asam yang digunakan di laboratorium, baik laboratorium sekolah, kampus, maupun laboratorium perusahaan dan penelitian. Diantaranya adalah..

Basa dalam Kehidupan Sehari-hari

kalian udah pake NaOH dalam praktikum kan? sebetulnya manfaat NaOH dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak. NaOH dikenal dengan istilah soda api. NaOH merupakan bahan baku dalam pembuatan sabun karena ia dapat melarutkan lemak menjadi senyawa sabun. Reaksi pembuatan sabun ini disebut penyabunan atau saponifikasi.
Soda api juga dimanfaatkan untuk mencuci saluran bak cuci dan membuka saluran toilet yang mampat tertutup bahan kertas atau tisu, karena soda api dapat menghancurkan selulosa yang merupakan bahan dasar kertas dan tisu. Soda api juga biasa digunakan untuk membersihkan oven (pemanggang). Soda api di industri juga banyak dipake dalam pembuatan kertas dan rayon sebagai pemutih.
Selanjutnya adalah kalsium hidroksida Ca(OH)2 atau kapur. Kapur biasanya dipake nenek-nenek buat nyirih dan bahan bangunan campuran semen. Ayo kamu coba cari tau, kenapa nenek-nenek suka nyirih?? hehehe. Kapur juga dipake buat menetralkan tanah yang tercemar oleh hujan asam.
Contoh lain adalah amonia (NH3) yang sering digunakan dalam pembersih wajah atau pembersih kaca. Kenapa? karena basa amonia adalah basa lemah. Ingat sifat basa yang dapat melarutkan lemak? Nah.. karena lemak diwajah kita ga banyak2 amat, pakenya basa lemah aja.. ga perlu basa kuat, kecuali kalo muka badak :p
Sekian penjelasan tentang teori asam basa dan beberapa manfaatnya :P 
Ancaman Dosa Meninggalkan Shalat Wajib 5 Waktu
  1. SUBUH = Dia akan disiksa selama 60 tahun di dalam Neraka
  2. DHUHUR = Dosanya seperti membunuh 1000jiwa orang islam
  3. ASHAR = Dosanya seperti meruntuhkan Ka'bah.
  4. Magrib = Dosanya seperti berzina dengan orang tua kita.
  5. ISYA' = Allah tidak meridhoi ia hidup di bumi Allah dan disegerakan agar ia mencari tempat lain.
Nabi Muhammad SAW bersabda = " Barang Siapa yang mengingatkan ini kepada orang lain. Akan aku buatkan tempat di surga baginya pada hari penghakiman kelak "
Marilah

0 Comments:

Post a Comment

Bookmark and Share